Halo Internet, hari ini gua mau cerita atau lebih tepatnya melakukan metode jurnaling mengenai kegundahan serta rasa hampa yang gua simpan selama 2 tahun belakangan ini. Semakin kesini gua makin sering berfikir apa sebenarnya yang gua suka, apa yang gua harus jalanin dan perjuangkan, apa yang gua mau, apa yang gua cari, apa yang gua rindukan, langkah apa yang harus gua ambil kedepan, apa yang gua ga suka, apa yang paling cocok buat gua, setiap gua pulang kerja dimotor bahkan ga sekali dua kali emosi gua ga karu-karuan saat hati pikiran gua dipenuhi oleh pemikiran tersebut. Dalam 2 tahun ini gua berusaha mencoba berbagai banyak hal dari mulai path pekerjaan, karir hingga hobby yang paling gua suka yaitu motret. Sampe dahulu timbul penyesalan kenapa dulu gue ga ambil programming. Alhamdulilah gua dikasih kesempatan sama Allah swt untuk bekerja di salah satu startup di Indonesia, jujur gua ngerasa banyak tertinggal dan timbul penyesalan, kenapa gua dari dulu ga ambil Informatika, belajar ngoding dan lulus jadi programmer dengan salary >10juta. Begitu angkuhnya gue sampe ga bersyukur dengan menyesali apa yang udah Allah kasih selama ini, siapa yang jamin gue akan lulus kuliah tepat waktu kalau dulunya gua ambil Informatika ? ga ada yang bisa jamin. Akhirnya gua berprinsip apa yang gue laluin di masa lalu itu adalah skenario terbaik dari Allah swt, walaupun beberapa hal tersebut saat ini masih engga gue pahamin dan gua belum dapat jawabannya, tapi gua yakin suatu saat nanti satu persatu gua akan bisa memahami arti dari setiap perjalanan hidup yang gue laluin. Alhamdulilah Allah masih kasih gue kesempatan hidup hingga hari ini diumur 26 tahun, semasa 26 tahun itu pula gue ngerasa di titik ini rasa kehampaan dan kekosongan yang paling dalam dan nyata yang pernah gue rasain, makin kesini gue makin ga tahan untuk terus mempertahankan benteng idealisme yang udah bertahun-tahun gue bangun akibat kebodohan dan kurangnya sepak terjang dalam mencari ilmu terutama intisari kehidupan, karena ilmu bukan hanya dibangku sekolah. Hati gua makin meronta-ronta, makin berontak, makin ga tahan untuk selalu diam, di lubuk hati gue terdalam selalu menggema dengan sangat kencang "Van mau sampai kapan kaya gini ? Van ayo jangan takut, Van ayo ikutin kata hati, relung hati ga akan pernah berbohong, iya akan selalu jujur menuntun kita ke setiap langkah-langkah yang mungkin kita ga akan pernah tahu kemana arahnya namun berlandaskan kejujuran, ayo Van ambil langkah ga mungkin akan begini terus, ayo Van buat perubahan, ayo Van lo lebih besar dari apa yang lo pikirin", benar hal tersebut selalu menggema dalam diri gua setiap harinya. Sampe gua mencoba untuk mendaftar sekolah untuk melanjutkan jenjang pendidikan gua dan Alhamdulilah gua keterima, tapi gua kembali berfikir ulang kesekian kali untuk langkah yang akan gua ambil ini ? Apa iya gua bener-bener pengen ambil master ? Apa iya ini sesuai lubuk hati gua ? Apa iya gua bener-bener suka dengan jurusan yang gua ambil ? Apa iya gua akan konsisten dan menjalani semuanya hingga akhir ? Apa iya gua benar-benar ingin sekolah ? Apa iya gua akan bahagia menjalaninya ? Setelah gua puluhan kali berfikir ulang tentang hal ini, setelah gua coba mempelajari, menyelami dan yang terpenting berani jujur sama perasaan sendiri, ternyata gua ga bener2 pengen sekolah formal lagi, ini bertentangan sama pilihan hati gua, Bukan, NO, bukan ini langkah yang pengen gua ambil . Lambat laun saat gua mau mendengarkan, berani jujur, membuka hati terhadap perasaan gua sendiri akhirnya gua menemukan apa yang sebenarnya gua mau, gua ingin, dan Insyallah merupakan hal yang paling tepat dalam hidup gua. Semoga Insyallah hal ini kedepannya merupan skenario terbaik dari Allah swt, saat ini gua belum bisa bilang apa langkah itu, tapi gua berharap nantinya 6 atau 12 bulan lagi sedikit demi sedikit, satu persatu gua bisa mewujudkan apa impian gue.

攝影師:
vannybowo
上載:
2021-06-23
標籤:
capture moment storylife
相機:
Fujifilm
菲林:
Kodak Ultramax 400 (35mm) (Lomography 線上商店 有售)
城市:
DKI Jakarta
相簿:
Ruang Cerita
More photos by vannybowo